Asal Usul Pulau Gilo Dharmasraya
Pada zaman
dahulu di nagari Tiumang, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera
Barat terdapat sebuah kampung yang dihuni oleh seorang yang bersuku melayu.
Orang kampung melayu ini banyak disegani oleh kampung-kampung lain karena
mereka terkenal dengan keramahannya. Disamping itu mereka juga suka membantu
orang yang kesulitan dalam segala hal, baik dari segi materi, fisik, moril
maupun hal-hal yang lain.
Waktu itu
di suku melayu ada dua orang kakak beradik yang akur, baik ramah, ceria
orangnya. Kakak beradik ini memiliki hobi yaitu menangkap ikan, yang sulung
bernama Ninik Timbang, sedangkan adiknya bernama Ninik Banjau. Mereka sangat
suka dan sering mencari ikan di batang hari Tiumang, bahkan hampir setiap hari
mereka kesana untuk memancingnya. Bahkan hampir setiap orang di nagari Tiumang
membeli dan memakan ikan hasil tangkapan mereka, dan kakak beradik ini sangat
terkenal dan disanjung masyarakat Tiumang oleh keramahannya berjualan.
Suatu hari,
setelah mereka pulag dari batang hari mereka bertemu dengan seorang nenek yang
biasa membeli ikan hasil tangkapan mereka. Mereka menyangka sang nenek tersebut
ingin membeli ikan mereka, ternyata setelah ditanya.
“Beli ikan
nek?” Tanya Ninik Timbang.
“Indak nak, wah… tangkapan kalian hari
ini banyak juga ya.” Jawab nenek.
“Iya,
nek. Alhamdulillah.” Kata Niniak Banjau.
“Apa
saja ikan yang berhasil kalian tangkap?” Tanya Nenek.
“Banyak
Nek, ada ikan nila, ikan baung, ikan karamba, ikan gabus.” Niniak Timbang
menjawab dengan senang hati dan penuh senyum.
“Oh,
iya… biasanya nenek mebeli ikan kami, mengapa sekarang tidak?” Niniak Banjau
kembali bertanya dengan senyum. “oh ya…..biasanya nenek membeli ikan kami mengapa
sekarang tidak “ niniak banjau kembali bertanya. Dengan tersenyum “’ tidak cu,
ikan yang kemarin masih ada, belum sempat nenek masak’’
Mereka hanya bsia tersenyum
mendengarkan perkataan nenek tua itu. Tanpa pikir panjang mereka melangkah
denggan semangat menuju kerumah mereka masing-masing. Sebelum menuju halaman
rumah , kakak beradik ini sempat berbicang bincang sejenak. “ uda ayo kita masuk ke dalam rumah ,
aku sudah tidak sabar mau memasak dan mencicipi masakan ibu “ kata niniak
banjau. “ ayo “ jawab niniak timbang ternyata apa yang mereka katakan benar,
sang ibu memang menuggu mereka berdua di dapur sembari meracik bumbu-bumbu
masakan untuk di masak. “Eh sudah pulang nak “?? “sudah bu. “ jawab mereka
berdua.”mana hasil tangkapan kalian. Biar ibu masak “ tanya sang ibu.” Ini bu ,
oh ya bu. Ikan nya mau ibu apakan, di gulai apa di goreng bu??.
“Ikannya
ibu gulai dan goreng juga nak, soalnya ibu ingin hari ini hari sepesial buat
kita karna kalian telah menagkap ikan yang banyak dan hingga membuat kalian
lelah . “Wah terimakasih bu, ibu memang sosok perempuan yang baik di dunia
ini”. Sang ibu pum tersenyum melihat tingkah kedua anak nya yang manja itu.
Merekapun membantu ibunya memasak di
dapur. Tak ada kata malu lagi bagi mereka untuk membantu pekerjaan ibunya
apalagi didapur, banyak orang berfikir seharunya pekerjaan dapur itu di
kerjakan oleh anak-anak perempuan , tapi mereka sadar bahwa mereka tidak
mempunyai saudara perempuan, Sering juga mereka membantu ayahnya pergi ke
kebun. Sebab pada umumnya di nagari tiumang penduduknya bermata pencarian berkebun
atau mencari ikan di sungai batang hari tiumang. Niniak timbang kebagian bertugas
membersihkan kotoran ikan, sedangkan niniak banjau dan sang ibu bertugas
menyiapkan peralatan memasak dan memtong motong bahan tambahan yang akan di
gulai.http://www.warnetgadis.com/
Setelah
ikan dibersihkan oleh niniak timbang, ibupun segera memasak untuk oramng yang
ia sayanginya, siapa lagi kalok bukan ketiga pria yang ada dirumahnya yaitu dua
orang putra dan satu orang suaminya.
Dia
memasak dengan sepenuh hatinya untuk suami dan dua anaknya tercintanya.
Keluarga ini hidup dengan dengan sederhana
dan mengutamakan keceriaan dan kasih sayang. Hidup rukun dan tidak mempunyai rasa
dendam dengan sesama, ketika mereka terhina ataupun tersakiti dan selalu
memaafkan kesalahan orang lain,begituah prinsip kehidupan yang mereka jalani
setiap harinya.
Sampai
suatu hari , paman niniak timbang dan niniak banjau datang ke rumah mereka, pam,annya
baru pulang dari rantau. Tidak hanya itu saja sang paman juga membelikan jalo
jalato. “Assalamualaikum” pamannya memberi salam. “Waalaikumsalam, eh paman
jawab niniak timbang sambil menyalami pamannya, “iya, dengan siapa kamu dirumah
nak”. “sendiri aja paman, ayah,ibu, dan adik pergi ke kebun” kata niniak
timbang dengan lesunya menjawab. “lalu kenapa kamu tidak ikut? Biasanya kau
tidak kalahnya rajin dengan adikmu, apa kau sedang tidak enak badan” kata
pamanya sambil melihat wajah keponakannya. “iya paman, hari ini saya sedang
sakit jadi ibu melarang saya untuk ikut” kata niniak timbang kepada pamannya.
“Oh begitu , paman kesini hanya
sebentar, hanya untuk bertemu kalian semua. Tapi sayangnya Cuma kamu yang ada
di rumah” tutur pamannya dengan agak kecewa
Niniak
Timbang tidak tau kalau kedatangan pamannya keruamh untuk memberikan mereka
hadiah. “ini ada hadiah dari paman, jalo jalato untuak kalian menangkap ikan” .
“kalo jalato ini bisa untuk menagkap
ikan paman ? tanya niniak timbang penasaran “ kamu cobain saja nanti, pasti
banyak ikan yang bisa kamu tangkap”. “siap paman, nanti pasti akan aku coba
“jawab niniak timbang dengan semangat. “baiklah paman pergi dulu ya “ kata
paman sambil bergegas . “iya paman, walaupun rindu sama pamanya belum terlepaskan.
“iya besok kalau paman pulang pasti paman kesini lagi. “jawab paman “janji ya paman” . “iya iya ,janji Assalam
muallaikum” lalu pamannya pun pamitan dan langsung pergi. “waalaikumsallam,
hati hati di jalan ya paman, dan terima kasih atas jalo yang paman berikan tadi
“ucap niniak timbang sambil mengantaer pamannya ke depan rumah.
Setelah pamannya pergi tanpa berfikir
panjang niniak timbang langsung pergi ke batang hari untuk mencoba jalo jalato
yang di berikan pamannya tadi. Niniak timbang tidak memikirkan kesehatannya.
Sakit yang ia rasakan tadi terasa hilang begitu saja ketika melihat kalo jalato
hadiah yang diberikan pamannya. Ia langsung pergi ke sungai batang hari dan
mencoba mencari ikan dengan jalo jalato tersebut, dan bahkan sampai lupa diri. Benar
kata pepatah pepatah orang tuo, sesuatu yang menghasilkan akan membuat siapa
saja menjadi lupa diri. Lupa waktu dan lupa keadaan sekitarnya. Dia juga tidak
sadar kalau kepergiannya membuat orang tuanya menjadi cemas menuggu di rumah.
Karena kecemasannya sang ayah,ibu,dan niniak banjau pun mencari niniak niniak
timbang. Niniak timbang menyadari bahwa matahari tidak memancarkan cahayanya,
dan siang pun berganti malam, diapun langsung bergegas pulang. Di dalam
perjalanya pulang, niniak banjau berfikir pasti orang tuanya cemas memikirkan
dia dengan kondisi yang urang sehat ini.
Sampai
dirumah, niniak timbang langsung memberikan ikan hasil tangkapannya kepada
ibunya tanpa memberikan alasan kenapa ia pulang malam. Sebenarnya niniak
timbang sudah merasa bersalah atas apa yang dia lakukan hari ini, seharusnya
dia beristirahat dirumah karena kondisinya yang tidak sehat, dan kalau pun
pergi dia hendaknya minta izin dulu kepada orang tua dan adiknya juda. Tapi
niniak timbang langsung pergi begitu saja tanpa memberitahu pada siapapun. Ia
tidak memikirkan apa yang akan terjadi setelah dia melakukan perbuatannya. “Apa
ini? Dari mana saja kamu, ngak biasanya kamu pulang malam begini “ kata ibunya
dengan suara agak tinggi,
“oh,
ibu ,…..,…..ni ikan bu, saya habis dari sungai bu, biasa memancing ikan, banyak
lho bu ikan nya coba bu lihat saja” jawab niniak timbang agak terbata-bata.
Sang ayahpun langsung menyambar “Tapi kamu sedang sakit nak”. “iya ayah saya
tau, justru memancing di sungai itu bisa membuat penyakit saya hilang yah. Oh
iya yah…..tadi paman datang kesini dan memberi saya jalo jalato ini, aku
penasaran untuk mencobanya ,makanya aku pulang malam karena ketagihan yah”
jawab niniak timbang dengan jujur. “Apa ?? paman kesini ? kok uda tidak
menyuruh paman ke kebun untuk menemui kami ? “karna dia terburu buru balik ke
rantau karna banyak pekerjaan yang belom selesai katanya “jawab. “Memang jalao
jalato itu apa uda”? tanya adiknya dengan muka penasaran. “kalo jalo jalato itu
jala untuk menagkap ikan “jawab niniak timbang. “Aapa hebatnya barang itu uda ?
besok kita mencari ikan dengan jala iru ya da “kata niniak banjau mengajak
kakaknya dengan manis. “hm ,lihat besok kalau aku sudah sehat” ujar nya dengan
perasaan tidak suka pada adiknya.http://www.warnetgadis.com/
Sejak
kejadian mal;am itu, timbul rasa tidak rasa senang niniak timbang pada sang
adiknya, niniak banjau. Niniak timbang merasa adiknya pasti tidak mau
meminjamkan lagi kalau adiknya sudah mencoba jalo jalato itu. Niniak timbang
pun merasa bahwa ayah dan ibunya pasti membela adikny, niniak timbang pun
menjadi berubah dan tidak seperti biasanya, ia menjadi orang sangat angkuh dan
ingi menang sendiri. Niniak timbang tidak mau lagi berbagi pada adiknya niniak
banjau yang biasanya mereka akrab dan saling berbagi satu sama lain. Sampai
akhirnya di pagi hari niniak banjau bangun dan berkemas kemas hendak pergi
memancing bersama kakanya. “ibu kakak dimana “tanya niniak banjau. “kakakmu
sudah pergi dari tadi nak “kenapa kaka tidak mengajak aku bu” kata niniak banjau
heran. “loh, tadi kakamu berkata bahwa kamu tidak jadi ikut. “sahut ibunya.
“kenapa kakak berkata begitu bu, bahkan dia juga tidak membangun kanaku” .
niniak banjau pun merasakan ada yang berbeda dari kakaknya tidak seperti yang
sebelum sbelumnya, bahkan dulu kemanapun kakanya pergi niniak banjau selalu di
ajaknya.”Nak mungkin kakamu tidak tega membangunkanmu, karna kamu kemare
kecapekan habis dari kebun, mungin dia
kasihan sama kamu. “kata ibunya sambil membujuk. “tidak bu, tidak mungkin kakak
bersikap seperti itu, aku merasakan ada keanehan pada kakak. “jawabnya.
“yasudah bu, nanti kalok kaka pulang tolong ibu tanyakan langsung sama dia, ada
apa dengannya “ucap niniak banjau,.
Siang
berganti sore, sore berganti senja, niniak timbang belum juga pulang. Sudah
berjam jam niniak banjau menuggu sang kakak, dia merasa resah dan ingin tahu
mengapa kakanya berubah dan tidak mengajaknya memancing. Karena terlalu lama
menanti, dan perasaan heran telah menghantuinya, akhirnya niniak banjau pun
pergi menyusuli kakaknya ke sunggai batang hari. Hati niniak banjau pun merasa
lega setelah melihat kakaknya datang,dan iapu langsung menanyakan kepada niniak
timbang. “uda, kenapa uda tidak mengajak aku memancing ?” tanya niniak banjau
dengan sopan. “tidak ada aku hanya ingin memancing sendirian saja”.”tapi muka
kakanya seperti menyembunyikan sesewatu. ayo uda,ayolah jujur padaku emang ada
apa, uda ada masalah sama aku? Kalau ada ceritalah, aku siap mendengarkan da.
‘tutur niniak banjau memaksa. “baiklah kalau kau memaksa, aku hanya tidak ingin
kau memakai jalo jalato ini “ ungkap kakanya. “memangnya kenapa begitu uda, kan
ini milik kita, paman yang memberikannya untuk kita berdua” kata niniak banjau
penasaran. “kalau kau memakainya, kau pasti tidak akan mau meminjamkannya lagi
padaku “ tutur nya berterus terang. “tapi uda”. “ah sudahlah tidak usah banyak
omong, aku ingin pulang karna hari sudah larut malam, nanti ibu dan ayah
mencemaskan aku “ujar niniak timbang dengan ketus. Niniak banjau pun langsung
pulang, dia tidak tau harus berbuat apalagi, dan apa yagn harus di bicarakannya
lagi pada kakanya.
Sampai
di rumah, ibunyapun memanggil niniak banjau untuk berbicara. “nak ,apakah kau
sudah menanyakan perihal pagi tadi”. Niniak banjau hanya diam dan tidak mau
berbicara apapun kepadanya.tak lama kemudian, datang niniak timbang pulang dan
memberika ikan pada ibunya tanpa menjelaskan apa pun. Sang ibu tidak bisa
berkata apa apa karna dia tahu bahwa anaknya kecapekan sehabis dari batang
hari. Maka dari itu ibu pun memilh diam dan membiarkan kedua putanya
beristirahat.
Keesokan
harinya, Niniak Banjau pun mencoba mengajak kakanya untuk pergi menagkap ikan
seharian. “uda kita menagkap ikan ya aku penasaran bagaimana caranya memakai
jalo jalato itu? “ucap Niniak Banjau sembari membujuk kakany. “apa kamu tidak
ingat kata kataku kemaren, apa kurang jelas, atau kau tidak punya telinga ya”
Niniak Timbang langsung memarahi adiknya. “tapi kan aku inggin mencoba jalo
jalato uda, mengapa uda tidak mengizinkan, kita ini kakak beradik uda, jadi kita
harus tetap akur agar enak dilihat oleh tetangga. Di tengah perdebatan, ibu
mererka pun datang dan menghampiri kedua putranya. “ada apa ini? Mengapa ada
keributan di rumah ii “ sambung ibu. “tidak ada apa apa kok bu “niniak timbang
menjawab pertanyaan ibunya, “ini bu kakak tidak mau meminjamkan jalo jalato ini
kepadakun “sambung Niniak Banju. “sudah ku bilang aku tidak akan meinjamkan
jalo itu kepadamu “sambar Niniak Timbang dengan kasar dan keras. “mengapa kau
tidak mau meminjamkan kepada adikmu ?? itukan hadiah dari paman utuk kalian
berdua, bukan hanya untuk kamu saja timbang “kata ibunya sembari berusaha
menegahi pertengkaran kedua putranya. “Aku tidak peduli dan aku tidak mau
meminjamkan jalo jalato ini pada dia “jawab Niniak Timbang bersikeras.
Sejak
saat itu Niniak Banjau menjadi murung dan sering keluar rumah lantaran kecewa
pada kakanya yang tidak mau meminjamkan jalo jalato kepada dirinya. Sampai
detik ini Niniak Banjo tidak menyangka kenapa kakanya tidak mau meminjamkan
jalo jalato tanpa alasan yang kuat. Niniak Banjau pun keluar rumah dan pergi
menaiki perahu yang biasa dinaiki Niniak timbang. Dia pergi ke suatu pulau yang
letaknya berada di tengah tengah sungai batang hari tiumang dimana dia bisa
menenagkan pikirannya. Disiti ia memikirkan perkataan kakaknya. Sambil
mendayung sampan yang ia duduki tersebut.
Dirumah,
sang ibu mengkhawatirkan Niniak Banjau yang tidak pulang pulang dan tidak tahu
kemana tahu kemana pergi putranya itu sampai sampai suaminya di buat pusing
oleh ibunya lantaran di desak untuk mencari kemana perginya si Niniak Banjau.
Sedangkan
Niniak timbang hanya bersantai santai, tidak peduli dan tidak memikrkan kemana
perginya si Niniak Banjau, dan tidak merasa bersalah terhadap apa yang ia
perbuat kepada adiknya. Pada akirnya sang ayah pun meminta tolong kepada Niniak
Mamak, Datuak-Datuak suku Melayu untuk mencari anaknya si Niniak Banjau, tetapi
mereka tidak tau harus mencari kemana. http://www.warnetgadis.com/
“coba kau tanyakan dulu pada anakmu Niniak Timbang, siapa tau dia tau tempat
biasa Niniak Banjau bermain” ? saran salah satu Datuak Melayu. “baik Datuak,
akan saya tanyakan langsung pada putra pertamaku “jawab ayah Niniak Timbang.
Lalu sang ayah pun menghampiri Niniak Timbang. “Nak kau tau dimana adikmu, apa
dia tidak mengabarkan kepadamu kemana dia hendak pergi”. “Tidak yah,si Banjau
juga tidak memberi tahu saya kemaan dia hendak pergi “Jawab Niniak Timbang. “Tapikau
biasanya pergi bersama-sama, pasti ada tempat kalian berdua untuk bersantai
“ayahnya terus mencoba untuk membujuk Niniak Timbang. “kalau tempat bermain dan
beristirahat sih ada tapi apa mungkin Niniak Timbang pergi kesana ayah?”,
“kesana mana nak , ayo kita kesana “ujar ayahnya dengan memaksa. “ tempatnya
mungkin di sungai batang hari itu yah” kata Niniak Timbang memberi tahu
ayahnya. “yasudah tunggu apa lagi, ayo ktia kesana mari Datuak “jawab ayahnya
dengan cepat.
Ayah
Niniak timbang, Niniak Melayu, dan Datuak Datuak pun segere pergi ke pulau yang
dimaksud Niniak Timbang. Mereka bergegas kesana bersama sama kesana mencoba
untuk membujuk dan mengajak Niniak Banjau untu pulang. Sesampainya disana,
mereka menemukan Niniak Banjau. “Banjau kamu disini nak, kenapa kamu tidak
pulang pulang kerumah, emang ada masalah apa nak, ceritakanlah ke ayah nak,
bujuk ayah nya dengan penuh iba. Niniak Banjau pun diam dan tidak menggubrus
perkataan ayahnya. “Nak , pulang lah nak , apa kau tidak merasa kasian pada
ayah dan ibu yang telah mencemaskan dirimu nak, nanti orang tuamu bisa sakit
nak, gara-gara terlalu lama memikirkan mu “ujar salah satu Datuak Melayu itu.
Tapi setelah mendengar ucapan Datuak Melayu, Niniak Banjau tetap diam seolah
olah tidak ada orang yang berbicara di sampingnya. Padahal banyak orang berdiri
di sampingnya.
Akirya
sang ibu pun angkat bicara juga “Niniak Banjau, kamu kenapa nak, tidak biasanya
kamu merenung sendirian begini nak, padahal
kamu dulunya anak yang periang, ceria, dan cerewet, kalaua da masalh yang sulit
diatasi, cerita saja ke kita nak, atau kalau kau tidak mau cerita ke yang lain,
kau boleh kok cerita ke ibu…..ayo lah nak, cerita ada apa” .”Kamu sebenarnya
kenapa nak, kenapa kamu berubah total seperti ini, kalau ada cerita lah sama
siapapun yang kamu mau, kamu ini lagi ada masalah sama siapa “tutur ayah Niniak
Banjau. “kalau saya lihat sebaiknya kalian bicaralah dengan cara bermusyawarah dan
hati dingin, melhat dari pandangan saya Niniak Banjau ini pasti mempunyai
masalah yang sangat berat sekali sehingga membuat dia murung seperti in. “sambar
salah satu Datuak Melayu. “nak , dua hari yang lalu si Banjau pernah cerita
bahwa akir akhir ini kau jarang mengajak nya ke tempat kalian memancing, atau jangan
jangan masalah ini yang membuat Niniak Banjau murung seperti ini , iya kan
“kata sang ibu kepada Niniak Timbang. “entah bu, kan yang murung dia, bukan
saya ,jadi ibu tanya lagi apa masalahnya “jawab Niniak Banjau ketus. “tukan,
kelhatan dari cara menjawab kau itu, kau pasti ada masalah dengan adikmu, ayo
jujur “sang ayah mulai emosi. “ayah ini kenapa marah padaku, aku tidak tau apa
apa yah, lebih baik ayah urusin si Banjau itu. “Apakah kalian ni bertengkar
akibat jalo jalato itu, soalnya kemarin ibu sempat mendengar pembicaraan kalian
di ruang tengah hingga mengeluarkan suara yang tidak sedap,”tanya ibu.
“benarkah itu nak “ .tetapi kedua putranya diam mendengarkan pembicaraan semua
orang disekitarnya itu. Akirnya si Niniak Timbang pun angkat bicara, dan
mengambil napas perlahan lahan dan mulai bicara
“Baik,
baiklah saya disini akan berkata jujur mengapa Niniak Banjo jadi murung begini.
“ungkap Niniak Timbang. “ayo apa, apa yang sebenarnya terjadi, biar masalah ini
cepat selesai dan Niniak Banjau cepat pulang ke rumah bersatu dengan keluarga
lagi “sambar ayah mendesak, “jadi masalah nya adalah kata kata ibu tadi yaitu gara-gara
jalo jalato tadi,saya tidak inggin meminjamkan jalo jalato itu saya tidak mau
meminjamkan kepada Niniak Banjau karna saya takutnya nanti dia tidak mau lagi
meminjamkannya padaku lagi, mungkin memang karna masalah itu membuat Niniak
Banjau merenung, tetapi aku tau yah, aku tau aku salah, masalahnya lagi ibu
selalu membela dia, sedang kan aku dibiarkan begitu saja “jujur si Niniak
Timbang” mana mungkin ibu begitu nak, ibu tidak ada membela siapa siapa, ibu
hanya memberi nasihat dan masuakn saja kepada kalian berdua agar kalian tidak
bertengkar seperti ini nak, ibu sayang kalian semua, ibu tidak pernah pilih
kasih sama kalian nak, “tutur ibu. “tapi kau seharusnya tidak bersikap seperti
itu kepada adikmu Timbang, kan paman memberikan jalo jalato itu sebagai hadiah
kalian berdua, mengapa kau melarangnya “tanya Datauak Melayu “ iya saya tau
kalau saya salah Datuak. Saya ingin memperbaiki kesalahan saya ini, dan saya
juga ingin meminta maaf kepada Niniak Banjau atas prilaku saya yang kemarin
kemarin saya janji saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi” Niniak
Timbang berusaha minta maaf kepada Niniak Banjau , adiknya . akan tetapi tetap
saja Niniak Banjau tidak mau, sampai menagis mengila-gila di pulau itu. Para
Datuak dan keluarga Niniak Banjau pun heran mengapa Niniak Banjau yang periang
kini menjadi seperti orang yang sudah gila
“Hei,
mengapa si Banjau seperti ini, apa yang telah terjad apda dirinya “tanya salah
satu Datuak keheranan. “Entah lah Datuak , tidak biasanya putraku ini seperti
ini apa yagn telah terjadi pada dirinya tuhan “i8sah sang ibu
Sejak
saat itula, muncul pedapat dari Datuak-Datuak suku malayu untuk memberi nama
pulai tersebut dengan pulau gilo karna tak biasanya laki laki seperti Niniak
Bnajau menangis tergila-gila
“Wahai
masarakat yang ada disini, melihat keadaan Niniak Banjau yang tergila-gila
seperti ini bagaimana kalau kita berinama pulau ini dengan pulau gilo “ucapan
Datuak Melayu,medengar hal tersebut para masyarakat mengangguk tanda setuju.
NOTES :
Ini cuma hasil buatan siswa/siswi (Kesalahan sumber/materi diluar tanggung jawab admin)
Tulisan ini hanya sekedar untuk melengkapi tugas mata pelajaran disekolah
tidak ada unsur membuat, merubah asal muasal sebuah daerah.
Mohon di maklumi dan dipahami
HANYA TUGAS SEKOLAH
SILAHKAN DATANG KE WARNET GADIS.NET
SIMPANG SMPN 1 SITIUNG, DHARMASRAYA
08777-07-33330 / 0853-6527-3605
HARGA BERSAHABAT
0 Response to "Asal Usul Pulau Gilo Dharmasraya"
Posting Komentar